FAKTANASIONAL.NET – Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di level tertinggi, khususnya peran Chief Executive Officer (CEO).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Danantara CEO Program Angkatan I yang digelar pada Senin (4/5), sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan di lingkungan BUMN.
Menurut Dony, seorang CEO tidak hanya dituntut memahami kondisi aktual perusahaan, tetapi juga harus mampu merancang arah masa depan organisasi secara terukur dan strategis. Pemahaman terhadap situasi terkini menjadi fondasi utama dalam menyusun proyeksi bisnis yang relevan dan adaptif terhadap dinamika pasar.
“Seorang CEO harus memahami current situation perusahaannya, sekaligus mendesain future outlook yang jelas,” ujar Dony dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (5/5/2026).
Ia menekankan bahwa visi perusahaan tidak cukup hanya dirumuskan di atas kertas, tetapi harus dikomunikasikan secara efektif agar dapat dipahami dan diinternalisasi oleh seluruh elemen organisasi. Dalam konteks ini, komunikasi menjadi instrumen kunci dalam menjembatani arah kebijakan dengan implementasi di lapangan.
Lebih jauh, Dony menjelaskan bahwa transformasi organisasi hanya dapat berjalan optimal jika menggabungkan dua pendekatan utama, yakni top-down approach dan buy-in process. Instruksi dari pimpinan perlu diimbangi dengan upaya membangun kesadaran kolektif di seluruh lapisan perusahaan.
“Perubahan memang bisa didorong secara top-down. Namun, pada saat yang sama, perubahan itu harus dikomunikasikan untuk menciptakan buy-in di dalam organisasi,” jelasnya.
Ia menilai, transformasi yang tidak disertai pemahaman bersama berpotensi menjadi kebijakan yang tidak efektif. Oleh karena itu, perubahan harus diposisikan sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar instruksi struktural.
Dalam forum tersebut, Dony juga menyoroti tingginya tingkat kegagalan transformasi perusahaan secara global. Ia menyebutkan bahwa sekitar 70 persen upaya transformasi tidak mencapai hasil yang diharapkan, terutama karena lemahnya kepemimpinan dalam tahap eksekusi.
Menurutnya, keterlibatan langsung CEO dalam mengawal implementasi menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Pemimpin harus turun langsung memimpin eksekusi. Sekitar 70 persen transformasi gagal, hanya 30 persen yang berhasil. Kuncinya ada pada pemimpin. Jika tidak mampu memimpin langsung prosesnya, transformasi berisiko gagal,” tegasnya.
Melalui program ini, BP BUMN bersama Danantara Indonesia berupaya mendorong penguatan kepemimpinan di tubuh BUMN agar setiap agenda transformasi memiliki arah yang jelas, strategi komunikasi yang efektif, serta eksekusi yang konsisten dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai krusial dalam memastikan BUMN tidak hanya beradaptasi terhadap perubahan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi negara dan masyarakat secara luas.[Zul]
—
Judul Menarik
1. CEO Jadi Penentu Nasib Transformasi, Dony Oskaria: 70 Persen Gagal karena Kepemimpinan
2. Dony Oskaria, BP BUMN, Transformasi BUMN, Transformasi Perusahaan
3. Transformasi BUMN di Ujung Kepemimpinan, Ini Peringatan Keras Dony Oskaria











