Dalam kondisi seperti ini, material vulkanik berpotensi terlontar hingga 3 km dari puncak, yang tentunya mengharuskan warga di sekitar daerah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan.
BPPTKG telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk menghindari zona bahaya yang telah ditentukan, seperti Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng, dengan jarak maksimal mencapai 7 km dari puncak.
Warga juga diingatkan untuk selalu menggunakan masker guna mengantisipasi abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan.
Selain itu, pihak berwenang terus memantau kondisi seismik dan aktivitas magma guna mengantisipasi kemungkinan terjadi letusan eksplosif yang dapat memicu banjir lahar dingin di wilayah sekitar.
Upaya mitigasi bencana dan koordinasi dengan instansi terkait menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi yang dinamis ini.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan dan informasi terkini dari BPPTKG serta aparat setempat demi menjaga keselamatan bersama. Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang selalu mengancam wilayah rawan seperti Gunung Merapi.[dit]











