Pengendalian Risiko: Mampu menjangkau area rawa atau jalan rusak tanpa merusak lahan.
Prabowo Subianto menyebut teknologi drone sebagai revolusi pertanian yang akan memperkuat visi swasembada pangan Indonesia.
“Drone ini menebarkan benih secara otomatis. Saya semakin yakin teknologi ini bisa mempercepat masa tanam secara signifikan,” ujarnya tegas.
Ia juga optimis Indonesia tidak hanya mencukupi kebutuhan domestik, tetapi siap menjadi lumbung pangan dunia berkat inovasi seperti ini.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menambahkan bahwa target tanam April 2025 mencapai 1,3 juta hektare dengan proyeksi produksi 7,5 juta ton gabah, melampaui kebutuhan nasional.
Dengan dukungan teknologi modern, langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan, serta membuka peluang ekspor beras Indonesia ke pasar global.[dit]











