RDP dengan Komisi VI DPR, Bulog Dapat Sejumlah Catatan Perbaikan

Aksi damai tersebut digelar para petani lokal sebagai bentuk protes dan tuntutan komitmen kepada Perum Bulog menyusul berhentinya operasional mesin giling pabrik yang memicu kerugian di tingkat petani./fb bulog.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyampaikan sejumlah catatan negatif tentang kinerja Perum Bulog yang perlu diperbaiki. Catatan tersebut disampaiak Komisi VI DPR RI saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Perum Bulog Novi Helmy Prasetya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo yang tampil memimpin agenda RDP tersebut menyampaikan bahwa terdapat sejumlah sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian Bulog.

“Beberapa hal yang perlu diperhatikan Bulog di antaranya adalah seperti ketergantungan pada subsidi pemerintah, efisiensi logistik yang belum optimal, sistem distribusi yang belum sepenuhnya digital, serta ketergantungan terhadap impor saat krisis pangan,” katanya.

Politisi Fraksi PAN itu juga menyoroti pentingnya model pembiayaan yang lebih mandiri dan inovatif agar Bulog tidak sepenuhnya bergantung pada penugasan pemerintah.

“Kita tidak bisa selamanya bergantung pada skema subsidi. BULOG harus siap menghadapi tantangan distribusi dan pasokan pangan secara modern, apalagi di tengah ancaman krisis pangan global,” lanjut Eko.