Daerah  

Pemerintah Kombinasikan Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa dengan Hutan Mangrove

Pemerintah fokus mengintegrasikan infrastruktur fisik dengan pendekatan alamiah untuk mengamankan kawasan Pantura Jawa./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah akan mengombinasikan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan penanaman hutan mangrove.

Langkah ini diambil sebagai strategi komprehensif untuk mengatasi persoalan banjir rob, abrasi, serta dampak nyata kenaikan muka air laut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan, integrasi vegetasi mangrove menjadi poin krusial dalam proyek strategis ini karena berfungsi sebagai proteksi alami bagi wilayah pesisir.

Baca Juga: AHY Ditunjuk Prabowo Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

“Kita sedang merancang membangun tanggul di laut selain tanggul pantai. Dan, kita mengombinasikan dengan mangrove karena ini merupakan solusi yang berbasis alamiah. Sebab mangrove itu juga sangat efektif untuk dikombinasikan,” ujar AHY saat meresmikan gerakan Ayo Muliakan Sungai di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6).

AHY menegaskan, urgensi pembangunan proyek infrastruktur ini dipicu oleh ancaman penurunan permukaan tanah (land subsidence) berkisar antara 5 hingga 20 sentimeter per tahun di kawasan Pantura Jawa.

Kondisi tersebut diperparah oleh eksploitasi air tanah secara masif untuk memenuhi kebutuhan jutaan penduduk setempat.

Guna meredam risiko tersebut, pemerintah saat ini tengah mematangkan perancangan konstruksi tanggul laut raksasa sepanjang lebih dari 500 kilometer yang akan dieksekusi secara bertahap. Proyek ini diproyeksikan menggunakan pendekatan ganda yang memadukan infrastruktur fisik dengan pemulihan ekosistem lingkungan.