Prabowo Subianto menjadi presiden RI kedua setelah Bung Karno yang hadir secara langsung pada perayaan Hari Buruh (di GBK tahun 1965).
Kehadiran presiden atau perdana menteri dalam May Day adalah praktik umum di banyak negara, sebagai simbol pengakuan dan penghormatan atas peran buruh.
Bagi buruh, ini bukan semata seremonial: hadirnya kepala negara membuka peluang dialog langsung, percepatan penyelesaian tuntutan, dan penegasan bahwa suara pekerja diperhatikan di tingkat tertinggi pemerintahan.
Dengan kehadiran Presiden, sinergi antara Pemerintah, swasta, pengusaha, dan buruh diharapkan semakin kuat.
Momentum May Day 2025 di Monas bukan hanya soal demonstrasi, melainkan wujud kolaborasi membangun fondasi ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.[dit]







