Meski demikian, hingga saat ini Bank Kalbar masih menjadi mitra utama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, terutama dalam hal pengelolaan kas daerah dan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN).
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kajian ini bukan bentuk ketidakpercayaan terhadap Bank Kalbar.
Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Kami tetap menghargai kerja sama dengan Bank Kalbar selama ini. Tapi sebagai pemerintah daerah, kami berkewajiban menilai apakah kerja sama tersebut masih memberi manfaat maksimal. Jika ternyata ada opsi lain yang lebih mendukung kemajuan daerah, tentu itu akan dipertimbangkan,” tegas Sujiwo.
Evaluasi dilakukan oleh tim teknis Pemkab Kubu Raya bersama pihak independen guna memastikan hasil yang objektif dan akuntabel.
Hasil akhir dari kajian ini ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan dan akan menjadi dasar keputusan kerja sama perbankan ke depannya.











