Beri Kuliah Umum, Petinggi HK Paparkan Strategi Komunikasi Korporat untuk Kepercayaan Publik

VP Coporate Communication HK, Intan Zania dan Corporate Communication Analyst HK, Ahmad Maulana menjawab pertanyaan dari mahasiswa di sesi kuliah umum Politeknik Tempo, Selasa (6/5/2025)/Corcomm.

Melalui wadah itu, media bisa melaporkan dan meminta konfirmasi mengenai berbagai kasus yang terjadi di lingkungan pembangunan Hutama Karya.

“Kami pastikan, maksimal 1×24 jam, semua pertanyaan media harus sudah direspons dengan memadai,” ujar Intan menjelaskan. 

Materi kedua disampaikan oleh Ahmad Maulana, Analyst Komunikasi Korporat PT Hutama Karya (Persero), yang membagikan pengalaman langsung seputar strategi menjaga reputasi perusahaan di tengah krisis dan tekanan media. 

Ahmad menyebutkan strategi komunikasi untuk membangun reputasi baik, sehingga Hutama Karya masuk 20 BUMN di Fortune Sutheast Asian 500 juga menggunakan tools dan jenis komunikasi seperti press release serta konten di media sosial.

Hal ini sejalan dengan praktik yang dilakukan mahasiswa dalam penugasan mata kuliah, membuat kampanye, atau promosi produk. 

Ahmad juga menjelaskan bagaimana implementasi tools dalam strategi komunikasi berupa press release dan agenda setting pada studi kasus yang pernah dilakukan Hutama Karya di tahun 2024. Salah satunya adalah kasus Tol Jambi-Palembang yang sempat viral. 

“Hutama Karya berhasil menambah 83,9 km Jalan Tol Trans Sumatera, jadi totalnya sudah mencapai 1.042 km. Untuk target kami, rencananya jalan tol ini selesai hingga tahun 2026,” jelas Ahmad memberikan contoh informasi yang tercantum dalam press release.

Setelah pemaparan materi, sesi tanya jawab pun dimulai. Antusiasme tinggi mahasiswa terlihat dari beberapa pertanyaan yang ingin diajukan kepada kedua narasumber.  

Salah satunya, Mahasiswa Produksi Media, Layla Eva, mengutarakan pertanyaan tentang algoritma media sosial dalam menangani krisis reputasi perusahaan Hutama Karya.

“Sangat penting media sosial ya, karena platform media sosial itu banyak seperti instagram, facebook dan dari sini kita bisa monitoring perihal krisisnya bagaimana dan tentu menjadi bagian top of mind,” pungkas Ahmad.[zul]