Hukum  

Korupsi Satelit Kemenhan: Panggil CEO Navayo, Kejagung Koordinasi dengan Kemenlu

Gedung Kejaksaan Agung/Dok. Kejagung.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI terus mengupayakan pemanggilan kepada para tersangka dalam proyek pengadaan user terminal untuk satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tahun 2016.

Salah satu adalaha pemanggilan terhadap CEO Navayo, Gabor Kuti yang diketahui merupakan warga negara asing (WNA) asal Hungaria.

“Penyidik pada jajaran Jampidmil sekarang kan sedang berupaya untuk dapat melakukan pemeriksaan terhadap pihak Navayo, CEO Navayo karena yang bersangkutan kalau tidak salah kan berada di luar negeri di Hungaria,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar, Senin (19/5/2025).

Harli mengatakan, karena statusnya sebagai WNA, penyidik tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memanggil Gabor Kuti. Salah satu kementerian yang telah diajak berkoordinasi adalah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Ya tentu, setidaknya (koordinasi) dengan Kemenlu. Nah beberapa waktu yang lalu juga sudah melakukan rapat-rapat nah terkait langkah-langkah apa yang akan diambil oleh penyidik untuk menuntaskan perkara ini,” imbuh Harli.

Saat ini, penyidik masih terus menjajaki apakah pemeriksaan akan dilakukan di Indonesia atau negara lain.

“Dan, ini terus yang sedang dikonsolidasikan oleh penyidik apakah kita bisa menghadirkan pihak Navayo ke Indonesia atau seperti apa, ini yang terus sedang dijajaki oleh penyidik pada Jampidmil,” kata Harli lagi.

Diberitakan, Kejaksaan Agung menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Laksamana Muda TNI (Purn) Ir. Leonardi selaku Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan dan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Selain itu Anthony Thomas Van Der Hayden (selaku perantara) dan Gabor Kuti selaku CEO Navayo International AG.

Dalam kasus ini, Leonardi selaku PPK menandatangani kontrak dengan Gabor Kuti selaku CEO Navayo International AG (Perusahaan Hungaria) pada tanggal 1 Juli 2016 tentang perjanjian untuk penyediaan terminal pengguna jasa dan peralatan yang terkait (Agreement For The Provision Of User Terminal And Related Service And Equipment) senilai USD 34.194.300 dan berubah menjadi USD 29.900.000.

Padahal, penunjukan Navayo International AG sebagai pihak ke-3 tidak melalui proses pengadaan barang dan jasa yang sah. Sementara, Navayo International AG merupakan rekomendasi dari Anthony Thomas Van Der Hayden.

Saat penandatanganan kontrak itu, Anthony diketahui menjabat sebagai Tenaga Ahli Satelit Kementerian Pertahanan.