INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Di era supremasi udara, kekuatan udara ditentukan oleh kemampuan jet tempur menghindar, menyerang, dan terintegrasi dengan kecerdasan buatan.
Kini, tak hanya soal kecepatan, melainkan juga sistem senjata canggih dan jaringan logistik global yang menentukan keunggulan di medan perang modern.
AS masih memimpin dengan jet generasi kelima seperti F-35 Lightning II dan F-22 Raptor. F-35 menjadi tulang punggung banyak angkatan udara sekutu NATO karena interoperabilitas dan ekosistem pendukungnya.
Selain itu, F-15EX dan F/A-18 Super Hornet menunjukkan kombinasi kecepatan, daya jelajah, dan pengalaman tempur yang luas. Dukungan pangkalan global membuat AS mampu menurunkan kekuatan udara di berbagai belahan dunia dengan cepat.
China merespons dengan Chengdu J-20, fokus pada serangan jarak jauh dan siluman radar. Rusia mengembangkan Su-57 siluman multirole dan Su-35 dengan manuver superior.









