Penangguhan ini dilakukan demi menjaga keamanan pascakonflik dan mengantisipasi potensi gangguan militer.
Penutupan penuh ruang udara Iran dimulai pada 13 Juni 2025, merespons serangan udara Israel ke fasilitas nuklir Iran. Balasan Iran yang melibatkan rudal ke wilayah Israel memicu penutupan total.
Pembukaan bertahap kini merefleksikan langkanya ancaman militer langsung dan keberhasilan diplomasi AS sebagai mediator.
Kebijakan ini diharapkan membantu memulihkan konektivitas internasional dan mendongkrak pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Meski perlahan, langkah pembukaan ruang udara menunjukkan komitmen Iran balik ke normalitas penerbangan global.[dit]











