Potensi Perak sebagai Alternatif Investasi di Tengah Lonjakan Harga Emas

Perak/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Investasi logam mulia tak pernah kehilangan daya tariknya, terutama di masa ketidakpastian ekonomi. Emas seringkali dianggap sebagai primadona karena prestise dan kestabilannya.

Namun, belakangan ini perak mulai mencuri perhatian investor pemula maupun profesional. Selain harganya yang jauh lebih terjangkau, perak memiliki potensi penguatan yang signifikan di tengah tren kenaikan emas dunia.

Perak saat ini diperdagangkan sekitar US$35 per troy ons, jauh lebih murah dibandingkan harga emas yang sudah menembus US$3.300 per troy ons.

Di pasar domestik, satu keping perak 50 gram bisa dibeli dengan dana sekitar Rp1,5 juta, sementara keping emas seberat sama dibanderol hampir Rp94 juta.

Jarangnya investor besar melirik perak membuat likuiditasnya relatif tinggi dan permintaan masyarakat Indonesia kian meningkat. Banyak pedagang di pusat logam mulia melaporkan adanya antrean inden perak sejak awal tahun.

Indikator Gold/Silver Ratio saat ini menunjukkan rasio sekitar 90:1—artinya satu ons emas setara harga 90 ons perak.