Menggapai Berkah di Hari Asyura: Ini Amalan dan Doa yang Dianjurkan

Menggapai Berkah di Hari Asyura: Ini Amalan dan Doa yang Dianjurkan/(ilustrasi/@fkn)

RELIGI, FAKTANASIONAL.NET – Bulan Muharram memegang posisi istimewa dalam kalender Islam, salah satunya karena di dalamnya terdapat Hari Asyura.

Dirayakan setiap tanggal 10 Muharram, hari ini menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amalan dan doa.

Keutamaan Hari Asyura tidak hanya terletak pada anjuran berpuasa, tetapi juga pada peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah para nabi yang menjadikannya hari penuh berkah dan pengampunan.

Memasuki bulan Muharram, salah satu dari empat bulan suci (syahrul hurum), setiap amal kebaikan yang dikerjakan akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama pada Hari Asyura.

Puasa sunnah pada hari ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis bahwa puasa Asyura dapat menjadi penebus dosa-dosa kecil yang telah lalu selama setahun.

Kesempatan emas ini tentu menjadi motivasi besar bagi kaum Muslimin untuk tidak melewatkan kemuliaan yang ditawarkan.

Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura

Puasa pada Hari Asyura, yang jatuh pada 10 Muharram, memiliki status hukum sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Keistimewaan puasa ini ditegaskan dalam hadis riwayat Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa terbaik setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.

Berdasarkan kalender, Hari Asyura pada tahun 2025 diperkirakan jatuh pada hari Minggu, 6 Juli 2025.

Menariknya, praktik puasa pada tanggal 10 Muharram juga dilakukan oleh umat Yahudi sebagai bentuk syukur atas diselamatkannya Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Firaun.

Untuk membedakan syariat Islam, Rasulullah SAW berkeinginan untuk menambahkan puasa pada hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharram, yang dikenal sebagai puasa Tasu’a.