Jeda Perang Dagang AS-China Bawa Angin Segar bagi Harga Minyak Dunia

Harga Minyak Mentah Ambruk/(ilustrasi/@pixabay)

Presiden AS Donald Trump menunda pemberlakuan tarif baru hingga November, memberikan ruang bagi kedua negara untuk mencapai kesepakatan dagang yang komprehensif. Harapan ini cukup untuk menopang harga minyak agar tidak jatuh lebih dalam akibat prediksi perlambatan konsumsi bahan bakar global.

Keputusan penundaan tarif memberikan kelegaan, terutama bagi para peritel AS yang tengah bersiap menyambut musim liburan akhir tahun. Terhindarnya perang tarif skala penuh antara dua ekonomi terbesar dunia ini mencegah potensi embargo perdagangan virtual yang dapat memicu resesi. Bagi pasar energi, stabilitas ini sangat penting, karena tarif yang tinggi berisiko memperlambat aktivitas industri dan transportasi, yang merupakan konsumen utama minyak mentah di seluruh dunia.

Di sisi lain, stabilitas harga minyak juga dipengaruhi oleh sinyal dari pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan pelemahan. Menurut analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, data ini meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve, akan kembali memangkas suku bunga acuannya. Kebijakan suku bunga yang lebih rendah umumnya bertujuan untuk mendorong aktivitas ekonomi, yang secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan terhadap minyak dan bahan bakar lainnya, sehingga turut menopang harga di level saat ini.[dit]