Waspada Jebakan! Ini Alasan Investasi Ilegal Sulit Diberantas OJK

Waspada Jebakan! Ini Alasan Investasi Ilegal Sulit Diberantas OJK/(ilustrasi/@pixabay)

Salah satu faktor utama yang menyuburkan investasi ilegal adalah perilaku masyarakat. “Karena perilaku kita itu sebenarnya malas baca,” ungkap Andes. Kebiasaan ini membuat banyak orang langsung menggunakan produk keuangan tanpa memahami seluk-beluk, syarat, ketentuan, maupun risikonya. Ditambah lagi, banyak yang tidak sabar dan cenderung ingin langsung praktik tanpa menguasai teori. Situasi ini diperparah oleh fenomena mengikuti tren (FOMO) di media sosial. Seseorang melihat orang lain pamer keuntungan investasi, lalu ikut-ikutan tanpa menganalisis kondisi keuangan dan profil risiko pribadi, sehingga mudah terjebak dalam skema penipuan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.

Selain faktor perilaku, kemajuan teknologi digital menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, digitalisasi mempermudah akses keuangan, namun di sisi lain juga mempermudah oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksinya. Para penipu dapat dengan mudah membuat situs web atau aplikasi baru dalam waktu singkat. Andes menjelaskan bahwa siklus ini terus berulang. “Satu aplikasi atau satu web terindikasi melanggar, kemudian terkena penindakan. Pada saat kami melakukan penindakan, dengan mudahnya mereka membuat aplikasi ataupun web yang baru lagi,” jelasnya. Hal ini membuat upaya pemberantasan seperti permainan kucing dan tikus yang tidak berkesudahan.[dit]