Para tamu yang akan hadir terdiri dari korps diplomatik, perwakilan organisasi internasional, pejabat pemerintah Thailand, pelaku usaha, akademisi, jurnalis, hingga masyarakat Indonesia yang berada di Bangkok.
Yulius Aho, selaku pimpinan rombongan, mengungkapkan kebanggaannya dapat membawa nama baik budaya Dayak ke kancah internasional.
“Adil ka’ talino bacuramin ka’ saruga basengat ka’ jubata. Kami bangga dapat menampilkan seni budaya Dayak dalam resepsi diplomatik KBRI di Thailand sebagai bagian dari peringatan 80 tahun kemerdekaan RI dan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia–Thailand,” ujar Yulius Aho.
Ia menambahkan bahwa kesempatan ini sangat berharga untuk memperkenalkan warisan leluhur yang kaya dan beragam.
“Budaya Dayak yang terdiri dari ratusan bahasa dan 405 sub-suku merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan melalui seni tari, musik, ukir, tenun, dan anyaman,” jelasnya.
Penampilan tari tradisional ini merupakan permintaan langsung kepada Dewan Adat Dayak Provinsi Kalbar. Untuk mendukung kelancaran acara, pihak KBRI Bangkok telah menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk transportasi lokal, konsumsi, dan akomodasi selama rombongan berada di Thailand.
Sebagai penutup, Yulius Aho menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung misi kebudayaan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Dubes RI Rahmat Budiman, serta semua pihak yang mendukung upaya melestarikan dan memperkenalkan Seni Budaya Dayak Kalimantan Barat di mata dunia,” tutup Yulius.
(FD)










