Pusat data nasional sendiri berperan sebagai server cloud utama untuk berbagai layanan publik dan basis data pemerintah Korea Selatan.
Gangguan ini bahkan diperkirakan bisa menyulitkan wisatawan yang hanya mengandalkan ID seluler.
Kim menyampaikan permintaan maaf atas gangguan layanan publik tersebut, seraya menegaskan pemerintah sedang berupaya mempercepat pemulihan.
“Kesulitan mengendalikan api terjadi karena sistem penting pemerintah dipusatkan di satu lokasi,” ujarnya dikutip CNN.
Sementara itu, Kepala pusat data Lee Jae-yong mengatakan hingga kini belum dapat dipastikan kapan seluruh layanan kembali beroperasi. Kementerian Dalam Negeri juga menambahkan bahwa platform pengaduan dan petisi publik secara daring ikut terdampak dan ditangguhkan sementara.[zul]










