*PREES REALESE*
Ustadz Zaitun Rasmin, Ben-Gvir, Pemukim Yahudi, Masjid Al-Aqsa,
MASJIDIL AQSA – Suasana di kompleks Masjid Al-Aqsa, Kamis pagi, 14 Mei 2026, tak ubahnya sebuah instalasi militer. Sejak fajar menyingsing, otoritas keamanan Israel telah menyumbat akses bagi warga Palestina.
Di saat yang sama, pintu-pintu gerbang dibuka lebar bagi ratusan pemukim Yahudi yang datang dengan pengawalan bersenjata lengkap.
Laporan dari Kantor Kegubernuran Al-Quds menyebutkan aksi ini dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh garis keras, termasuk anggota Knesset (Parlemen Israel) Ariel Kellner dan rabi ekstremis Yehuda Glick dan termasuk Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir.
“Mereka melakukan ritual Talmud di tengah pelataran, sementara kami dilarang masuk,” ujar seorang saksi mata di lokasi.
Sambil bertepuk tangan dan bernyanyi, pemukim terus menerobos masuk ke Masjid Al-Aqsa yang mulia dari arah Gerbang Al-Maghariba, dengan jumlah ratusan hingga ribuan orang.
Menanggapi peristiwa tersebut, Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA mengecam keras atas penyerbuan Masjidil Aqsa oleh pemukim Yahudi.









