Pramono memaparkan berbagai langkah strategis menuju emisi nol bersih (net zero emission) pada 2050, di antaranya melalui konversi seluruh armada Transjakarta menjadi bus listrik, pengembangan transportasi ramah lingkungan, dan revitalisasi ruang terbuka hijau.
Selain itu, Pemprov DKI juga memperluas fasilitas waste-to-energy, meningkatkan efisiensi energi pada bangunan publik, serta membangun taman kota yang beroperasi 24 jam seperti Taman Menteng, Lapangan Banteng, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.
“Langkah-langkah ini tidak hanya menekan emisi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja hijau dan memperkuat daya saing kota,” jelasnya.
Jakarta, kata Pramono, juga berkolaborasi dengan berbagai lembaga internasional, termasuk C40 Cities, USAID, dan World Resources Institute (WRI), dalam program seperti Clean Air Catalyst dan Climate Action Implementation (CAI) untuk mempercepat transisi energi bersih dan mitigasi perubahan iklim.
“Kami ingin Jakarta menjadi contoh nyata bagaimana kota besar di Asia mampu mengubah tantangan iklim menjadi peluang pertumbuhan,” pungkasnya.[zul]








