“Belum diputuskan. Akan ada sekelompok negara kaya yang ikut mendanainya. Banyak pihak ingin ini berhasil, dan saya yakin ini akan berhasil,” kata Trump menambahkan.
Trump sebelumnya mengumumkan pada Rabu bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui tahap awal rencana gencatan senjata yang dirancang oleh Amerika Serikat bersama mitra-mitra internasional.
Rencana tersebut mencakup 20 poin utama, antara lain pembebasan seluruh tawanan Israel dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, penghentian total operasi militer, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.
Selain itu, tahap lanjutan dari rencana itu juga mencakup pembentukan pemerintahan baru di Gaza tanpa keterlibatan langsung Hamas, pembentukan pasukan keamanan gabungan dari negara-negara Arab dan Islam, serta pendanaan rekonstruksi Gaza yang akan dibiayai oleh negara-negara Arab dan Muslim.
Langkah ini, menurut pengamat politik internasional, menjadi bagian dari strategi diplomasi global AS di bawah kepemimpinan Trump untuk mengakhiri konflik Timur Tengah dan memperkuat peran Washington dalam proses perdamaian kawasan.
Meski demikian, sejumlah analis menilai implementasi rencana ini akan menghadapi tantangan besar, termasuk resistensi internal di Israel, sikap Hamas terhadap pembentukan pemerintahan baru, serta dinamika politik di negara-negara Arab yang terlibat dalam pendanaan rekonstruksi Gaza.
Jika berhasil diterapkan, kesepakatan tersebut berpotensi menjadi terobosan terbesar sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023, sekaligus membuka jalan bagi stabilisasi jangka panjang di wilayah tersebut.[zul]











