Harga Minyak Dunia Lesu di Tengah Ancaman Surplus dan Tensi Dagang AS-China

Tambang minyak mentah/(ilustrasi/@pixabay)

Kekhawatiran pasar diperkuat oleh laporan terbaru dari Badan Energi Internasional (IEA) yang memperingatkan potensi kelebihan pasokan hingga 4 juta barel per hari pada tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+ dan produsen non-OPEC, yang tidak diimbangi oleh pertumbuhan permintaan global yang cenderung stagnan. Analis pasar menilai fokus investor kini tertuju pada sinyal permintaan yang tidak menentu di tengah melimpahnya pasokan.

Selain isu pasokan, memanasnya kembali tensi dagang antara AS dan China turut memberikan tekanan pada harga. Kedua negara raksasa ekonomi ini dilaporkan saling memberlakukan biaya tambahan di pelabuhan untuk kapal pengangkut barang. Langkah ini dikhawatirkan akan meningkatkan biaya logistik, memperlambat arus perdagangan internasional, dan pada akhirnya menekan permintaan energi global. Para analis memperkirakan harga minyak akan bergerak terbatas hingga ada sinyal baru dari kebijakan OPEC+ atau perkembangan ekonomi global.[dit]