Tren Positif: Investasi Januari–September 2025 Sudah Capai Rp1.434 Triliun, 75,3 Persen dari Target 

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani/net

Dari sisi sektor usaha, investasi terbesar tercatat pada industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp62 triliun atau 12,6 persen dari total investasi. Sektor pertambangan berada di posisi kedua dengan Rp55,9 triliun (11,4 persen), diikuti transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp52,6 triliun (10,7 persen), jasa lainnya Rp44,3 triliun (9 persen), serta perdagangan dan reparasi sebesar Rp34,5 triliun.

“Tren investasi sektor hilir industri dan pertambangan tetap kuat, didorong oleh proyek-proyek strategis di bidang logam dasar, energi, dan telekomunikasi,” jelas Rosan.

Total Realisasi Januari–September Capai 75,3 Persen dari Target Nasional

Dengan tambahan realisasi pada kuartal III, total investasi sepanjang Januari hingga September 2025 telah mencapai Rp1.434,3 triliun atau 75,3 persen dari target nasional Rp1.905,6 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan percepatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2024, di mana investasi hanya mencapai Rp1.261,43 triliun.

Rosan optimistis target investasi nasional akan tercapai bahkan berpotensi melampaui ekspektasi, mengingat momentum pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor yang terus menguat di bawah kebijakan hilirisasi industri serta kemudahan perizinan berusaha.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar iklim investasi Indonesia semakin kompetitif dan inklusif,” pungkasnya.[zul]