“Sikap seperti ini memperlihatkan posisi Indonesia yang berani dan independen,” jelas Teguh. Terkait isu Palestina, ia menilai Indonesia berupaya mendorong de-radikalisasi dan menekan kedua pihak untuk menurunkan senjata terlebih dahulu. Komunikasi informal Prabowo, seperti dengan Donald Trump, juga dinilai sebagai keunggulan diplomasi.
Diplomasi aktif ini didukung oleh mobilitas tinggi Presiden. Dalam 364 hari masa pemerintahannya, Prabowo tercatat telah melakukan 32 kali kunjungan kenegaraan ke 22 negara, mulai dari China, Brasil, hingga Amerika Serikat. Kunjungan ini membawa misi beragam, dari investasi hingga perundingan damai.
China menjadi negara pertama yang dikunjungi pasca-pelantikan, menandai penguatan hubungan ekonomi. Kunjungan ini dilaporkan menghasilkan investasi senilai 10,07 miliar Dolar AS (sekitar Rp157,6 triliun) di berbagai sektor strategis, seperti ketahanan pangan, energi, dan hilirisasi tambang.[dit]











