FAKTANASIONAL.NET – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berdampak terhadap pasar keuangan Indonesia lantaran dia merupakan pimpinan tertinggi di bank sentral tersebut.
“Saya rasa ini akan berpengaruh pada stabilitas nilai tukar, IHSG dan pasar obligasi. Secara teori ekonomi sudah membuktikan bahwa setiap ada political announcement akan memengaruhi pergerakan pasar,” kata Direktur INDEF, Esther Sri Astuti pada Senin (27/6/2026).
Pengunduran diri Perry Warjiyo berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap independensi BI. Kondisi ini akan mempertaruhkan kredibilitas pemerintah Indonesia ke depannya.
“Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memicu ketidakpastian pasar finansial global, potensi pelemahan otonomi bank sentral, serta transisi kepemimpinan otomatis ke Deputi Gubernur Senior,” ujarnya.
“Selanjutnya, kredibilitas pemerintah juga akan dipertaruhkan karena Investor global merespons hati-hati karena kekhawatiran atas stabilitas kebijakan moneter di tengah tekanan nilai tukar.”
Pejabat pelaksana tugas (Plt) Gubernur BI yang ditunjuk menggantikan Perry Warjiyo harus bergerak cepat untuk memitigasi dampak pengunduran diri Perry terhadap stabilitas pasar keuangan, terutama nilai tukar rupiah.
Pertama, menaikkan suku bunga, jika rupiah terus terdepresiasi dan kedua, BI disarankan untuk terus berkoordinasi dengan kementerian dan stakeholder terkait untuk meningkatkan devisa negara.
Ketiga melakukan koordinasi dengan otoritas fiskal agar BI tetap bisa melakukan stabilisasi harga dan nilai tukar.











