“ASEAN dapat mempertimbangkan untuk mengirimkan tim pengamat guna membantu memastikan transparansi dan akuntabilitas,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa Utusan Khusus Ketua ASEAN dapat terus melibatkan semua pemangku kepentingan terkait sebelum tim tersebut dikirim pada waktu yang tepat.
Implementasi Konsensus Lima Poin Disorot
Presiden Prabowo juga menyoroti implementasi Konsensus Lima Poin (Five-Point Consensus) yang dinilai masih terbatas, padahal telah disepakati hampir lima tahun lalu. Ia menekankan pentingnya menjadikan konsensus tersebut sebagai acuan utama dalam upaya mencapai perdamaian dan stabilitas di Myanmar.
Lebih lanjut, ia menyerukan pentingnya gencatan senjata untuk menciptakan ruang bagi dialog yang bermakna. “Indonesia siap mendukung Ketua ASEAN dalam melibatkan semua pihak menuju proses yang benar-benar inklusif,” tandas Prabowo, menegaskan posisi Indonesia.[dit]











