Rupiah Kembali Sentuh Rp16.610, Ekonom Salahkan Tekanan Eksternal dan Aksi Ambil Untung

/(ilustrasi/@pixabay)

Selain itu, faktor perubahan bobot MSCI terhadap perhitungan konstituen di Bursa Efek Indonesia juga turut memberikan tekanan. Meski demikian, David memprediksi pergerakan Rupiah ke depan akan cenderung stabil di kisaran Rp16.600 hingga Rp16.800 per Dolar AS.

Permintaan Dolar Musiman dan Dana Asing Keluar

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, memiliki pandangan sedikit berbeda. Ia menilai pelemahan ini wajar karena adanya peningkatan permintaan dolar yang bersifat musiman. “Saya lihat ini ada permintaan dolar yang memang secara musiman atau secara rutin itu meningkat pada akhir bulan,” kata Myrdal. Permintaan ini biasanya untuk kebutuhan pembayaran bunga utang luar negeri maupun aktivitas impor.

Di sisi lain, Myrdal juga menyoroti adanya aksi ambil untung (profit taking) di pasar Surat Berharga Negara (SBN). “Terutama profit taking di government bond market. Investor asing kelihatannya banyak yang keluar, sambil mereka menunggu nanti yield kita naik lagi,” pungkasnya.[dit]