Namun, analis energi Tamas Varga dari PVM mengingatkan bahwa kesepakatan ini lebih bersifat “penurunan tensi” daripada perubahan fundamental. Investor masih menanti bukti implementasi konkret dari perjanjian tersebut. Di sisi korporasi, Shell dan TotalEnergies melaporkan penurunan laba kuartalan akibat harga minyak yang lebih rendah, meskipun kinerja bisnis gas alam Shell melampaui ekspektasi.
Suku Bunga The Fed dan Menjelang Rapat OPEC+
Faktor lain yang memengaruhi pasar adalah keputusan Federal Reserve (The Fed) AS yang menurunkan suku bunga sesuai ekspektasi. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong permintaan energi dengan menekan biaya pinjaman. Namun, The Fed juga memberi sinyal bahwa ini mungkin pemangkasan terakhir di tahun 2025.
Pasar kini mengalihkan perhatiannya ke pertemuan OPEC+ pada 2 November. Aliansi ini diperkirakan akan menambah produksi sekitar 137.000 barel per hari untuk bulan Desember. Rencana ini, ditambah dengan rekor produksi minyak AS yang mencapai 13,6 juta barel per hari, menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kelebihan pasokan di pasar.[dit]











