“Setelah pelatihan, mereka akan langsung diserap oleh penyedia kerja,” tegas Cak Imin. Ini menjadi terobosan untuk mengatasi kemiskinan secara produktif, memberikan keahlian sekaligus jaminan pendapatan bagi keluarga miskin ekstrem agar dapat segera mandiri secara ekonomi.
Pemanfaatan Lahan Negara untuk Pertanian
Strategi kedua adalah memanfaatkan jutaan hektare tanah yang telah dikuasai kembali oleh negara. Tanah-tanah ini akan diprioritaskan untuk dikelola oleh keluarga miskin ekstrem, khususnya yang bergerak di sektor pertanian.
“Kita tahu, sekitar 49 persen masyarakat miskin ekstrem berada di sektor pertanian,” jelasnya. Lahan tersebut akan diberikan secara cuma-cuma untuk digarap. Menanggapi isu PHK, Cak Imin juga menyebut pemerintah akan memperkuat sektor padat karya untuk menampung lebih banyak tenaga kerja.[dit]











