Meski melambat, realisasi PDB ini ternyata sedikit lebih baik dari ekspektasi pasar. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia Research memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya di angka 5,01% (yoy). Data ini menandakan bahwa perekonomian domestik Indonesia tetap solid di tengah berbagai tekanan eksternal.
Ketidakpastian Suku Bunga The Fed Menekan Mata Uang
Meskipun data PDB solid, pergerakan rupiah masih tertekan oleh faktor global, terutama reli dolar AS. Walaupun Indeks Dolar AS (DXY) hari ini melemah tipis 0,06% ke 100,149, pelemahan itu hanya koreksi teknis setelah reli kuat lima hari beruntun.
Penguatan DXY didorong oleh meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed). Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell pekan lalu yang menyebut pemangkasan suku bunga tambahan pada Desember belum pasti, membuat pelaku pasar kembali ragu dan memburu dolar AS sebagai aset aman.[dit]











