Kenaikan signifikan pada indeks ditopang oleh kinerja positif dari sejumlah sektor utama yang kompak menghijau. Sektor infrastruktur tampil sebagai motor utama penguatan, mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,92 persen. Kinerja sektor ini diikuti oleh sektor properti yang menguat 0,56 persen. Selain itu, sektor keuangan naik 0,16 persen, sektor teknologi naik 0,10 persen, dan sektor transportasi menguat tipis 0,05 persen.
Sektor yang Melemah dan Nilai Tukar Rupiah
Meskipun demikian, tidak semua sektor bergerak positif. Beberapa sektor masih mengalami tekanan jual, di antaranya sektor siklikal yang melemah 0,49 persen, serta sektor industri dan kesehatan yang masing-masing turun 0,29 persen. Sektor bahan baku terkoreksi 0,24 persen, sektor energi turun 0,04 persen, dan sektor non-siklikal merosot tipis 0,01 persen. Di pasar valuta asing, mata uang Garuda menunjukkan penguatan tipis. Nilai tukar Rupiah menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.725 per Dolar AS, menambah sentimen positif terhadap pasar modal domestik di akhir pekan.[dit]











