Ekspansi pembiayaan Danantara ke depan, termasuk rencana penyuntikan dana Rp20 triliun untuk peternak ayam pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai berpotensi menekan ruang investasi domestik. Kekhawatiran muncul bahwa tindakan ini akan menimbulkan crowding-out terhadap sektor swasta, meningkatkan biaya modal, dan mengurangi ruang gerak investasi di dalam negeri.
Transparansi dan Tata Kelola Pejabat
Selain masalah pendanaan, AEI juga menyoroti tantangan fundamental dalam tata kelola Danantara, mencakup transparansi, pelaporan, rangkap jabatan, potensi konflik kepentingan, serta ketidakjelasan mekanisme meritokrasi dalam penunjukan pejabat. Para ekonom menilai tekanan politik terhadap Danantara “hampir tak terhindarkan” mengingat besarnya kepentingan yang terlibat.[dit]
