Proses pemilihan saham akan melalui enam saringan fundamental yang ketat: mengevaluasi Return on Equity (ROE), rasio PE, dividend yield, kapitalisasi pasar (market cap), profitabilitas, dan likuiditas harian. Strategi ini selaras dengan mandat ganda (dual mandate) SWF (Sovereign Wealth Fund) selama lima tahun ke depan, menyeimbangkan proyek strategis, investasi privat komersial, dan pencarian return di pasar modal.
Kolaborasi Strategis Atasi Tantangan Likuiditas
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengakui tantangan likuiditas pasar saham Indonesia yang masih harus ditingkatkan. Untuk menjawab hal ini, Danantara telah menjalin kerja sama strategis dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi ini berpotensi mencakup pembentukan Indeks Danantara x IDX serta upaya perluasan jangkauan Exchange Traded Fund (ETF) ke pasar global. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan tolok ukur investasi yang transparan, memudahkan akses investor, dan membuat produk pasar modal Indonesia lebih relevan dengan tren investasi global.[dit]










