Pasar Minyak Tertekan: Kekhawatiran Geopolitik Mereda dan Lemahnya Data Ekonomi Tiongkok

Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)

Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok

Tekanan terbesar datang dari Tiongkok, konsumen minyak terbesar dunia. Data ekonomi terbaru menunjukkan perlambatan signifikan. Pertumbuhan output pabrik Tiongkok anjlok ke level terendah dalam 15 bulan terakhir, dan pertumbuhan penjualan ritel mencatat angka paling lambat sejak puncak pandemi COVID-19 di Desember 2022. Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyatakan data Tiongkok yang lemah ini menambah kekhawatiran bahwa permintaan global belum cukup kuat untuk menyerap pasokan minyak. Perlambatan ini, ditambah peningkatan penggunaan kendaraan listrik, mengancam permintaan minyak global lebih jauh.[dit]