JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid meminta Tim Komisi Reformasi Polri jangan bekerja berdasarkan kebencian dan prasangka buruk, sehingga tidak bisa jernih dalam memberi penilaian serta rekomendasi.
“Tanda tanya sekarang, untuk apa itu Komisi Percepatan Reformasi Polri. Kalau dasarnya bekerja kebencian, ya harus dihentikan. Stop aja,” kata Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Minggu (28/12/2025).
Habib Syakur menilai keberadaan Polri selama ini sudah memberi perubahan besar dalam tatanan bernegara, khususnya dalam menjaga keutuhan dan ketahanan Pancasila.
Kinerja Polri, jelas Habib Syakur, tidak bisa dilihat secara hitam dan putih saja. Sebab setiap lembaga pasti ada oknum yang buruk dan ada yang baik.
“Nah, memang ada oknum Polri yang bekerja tidak amanah. Tapi yang pasti itu oknum. Sedangkan Polri secara kelembagaan bekerja sesuai harapan rakyat,” tegas Habib Syakur.
Oleh sebab itu, Habib Syakur meminta semua pihak, khususnya Komisi Reformasi Polri agar objektif dalam melihat kinerja Polri.
Sebab faktanya Polri banyak menorehkan keberhasilan, bahkan Polri menjadi benteng negara ketika ancaman-ancaman perpecahan bangsa dan ancaman anti-Pancasila terus bermunculan.
“Ketika Pancasila mau dihancurkan dan negara kita diadu domba oleh kelompok pengasong berjubah khilafah tumbuh subur, maka Polri ada di garda terdepan dalam menghalau itu semua. Lha sekarang itu mau dinafikkan? gak bisa gitu dong!” tukas Habib Syakur.
Ulama asal Malang Raya ini menilai kelompok ekstremiame sedang mendapat angin segar, karena narasi-narasi pembusulan terhadap Polri mendapat tempat sangat luas di tataran negara.
Habib Syakur menduga, saat ini kelompok ekstremisme, khilafah dan eks HTI, Jamaah Islamiah, Asrarud-Daulah, hingga paham ISIS sudah menyusup ke seluruh sendiri kekuasaan dan jabatan pemerintahan.
