OMON OMON 99,99 PERSEN

Sumber Foto: Screenshot Instagram.

MBG bukan program satu tahun, melainkan kebijakan jangka panjang yang harus bertahan di tengah keterbatasan anggaran, dinamika politik, dan kapasitas daerah yang beragam.

Keberhasilan yang nyata baru dapat diukur ketika program ini mampu dijalankan secara konsisten, adaptif, dan berkualitas dalam jangka menengah hingga panjang.

Klaim hampir sempurna pada fase awal justru berisiko menciptakan rasa puas diri, yaitu rasa puas diri yang menghilangkan dorongan untuk memperbaiki kelemahan struktural.

Argumen bahwa “perut lapar tidak bisa menunggu” secara moral memang kuat, tetapi secara kebijakan tidak boleh dijadikan pembenar untuk mengabaikan evaluasi. Kecepatan penting, tetapi presisinya jauh lebih menentukan.

Sejarah kebijakan publik menunjukkan bahwa program sosial yang dijalankan tergesa-gesa tanpa pengukuran dampak yang jelas sering kali berakhir pada inefisiensi, salah sasaran, bahkan kegagalan mencapai tujuan awal.

Mengakui keterbatasan dan tantangan bukanlah tanda kelemahan kepemimpinan, melainkan prasyarat untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Ironisnya, pemerintah sendiri dalam berbagai kesempatan pernah mengakui bahwa MBG belum menjangkau semua anak dan masih menghadapi tantangan besar dalam implementasinya. Pengakuan semacam itu justru lebih kredibel dan konstruktif dibandingkan klaim keberhasilan yang nyaris total.

Kepemimpinan yang bertanggung jawab bukanlah yang menutup kritik dengan angka bombastis, melainkan yang membuka ruang evaluasi dan berbasis data.

MBG adalah kebijakan strategis yang patut didukung sebagai investasi pembangunan manusia. Namun dukungan publik tidak boleh dibangun di atas klaim yang tidak teruji.

Menyebut program ini “berhasil 99,99 persen” sebelum dampaknya diukur secara menyeluruh bukan hanya sekadar mengada-ada, tetapi juga berisiko mereduksi kualitas kebijakan itu sendiri.

Yang dibutuhkan saat ini bukanlah perayaan dini, melainkan evaluasi yang jujur, transparan, dan berorientasi pada perbaikan. Hanya dengan cara itulah MBG dapat benar-benar dinilai berhasil, bukan dalam narasi, tetapi dalam realitas kehidupan anak-anak Indonesia.

Oleh: Hamdi Putra, Forum Sipil Bersuara (FORSIBER) dan Mantan Jurnalis Media Arus Utama Nasional.

Exit mobile version