Fakta Nasional

Menguak Tabir Korupsi Tambang Konawe: Mantan Bupati Aswad Sulaiman Diperiksa Kejagung

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus bergerak cepat dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi terkait perizinan pertambangan di wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara. Fokus penyidikan kini mengarah pada mantan Bupati Konawe Uta…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 15 January 2026 📖 1 menit
Menguak Tabir Korupsi Tambang Konawe: Mantan Bupati Aswad Sulaiman Diperiksa Kejagung
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar/net.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus bergerak cepat dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi terkait perizinan pertambangan di wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara.

Fokus penyidikan kini mengarah pada mantan Bupati Konawe Utara periode 2013, Aswad Sulaiman, yang telah dimintai keterangan oleh tim penyidik, dilansir pada 15 Januari 2026.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengonfirmasi bahwa Aswad Sulaiman telah menjalani pemeriksaan di Kendari.

Meski demikian, hingga pertengahan Januari 2026 ini, pihak Kejagung menyatakan bahwa status perkara masih dalam tahap penyidikan umum.

Hal ini berarti tim penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti kuat sebelum secara resmi menetapkan pihak tertentu sebagai tersangka dalam skandal pertambangan ini.

Selain memeriksa saksi kunci, Kejagung kini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Langkah ini diambil untuk mencocokkan data titik lokasi tambang dengan peta luasan kawasan hutan yang ada.

Proses verifikasi dokumen ini sangat krusial untuk menentukan apakah ada pelanggaran hukum terkait penggunaan lahan negara yang merugikan keuangan negara.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK