BGN Klaim Penurunan Kasus, Jumlah Korban Keracunan MBG Justru Naik 13 Persen

Keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG)/Foto:Cnn.

Masyarakat bertanya-tanya: BGN sedang mengelola program gizi, atau sekadar mengelola narasi?

Lebih lanjut, naiknya jumlah korban justru terjadi ketika pemerintah mengklaim perbaikan sistem. Hal ini mengindikasikan bahwa permasalahan MBG bukan sekadar teknis, melainkan kegagalan struktural dalam pengawasan rantai pangan.

Namun alih-alih membuka masalah ini secara jujur dan menyeluruh, BGN memilih berlindung di balik angka kasus yang dipersempit definisinya. Ini bukan hanya manipulasi persepsi, tetapi juga bentuk pengabaian terhadap prinsip perlindungan anak.

Dalam kebijakan publik, yang diukur seharusnya bukan hanya berapa kali kejadian terjadi, melainkan seberapa besar dampaknya terhadap warga. Terlebih lagi ketika sasarannya adalah anak-anak, kelompok paling rentan yang sama sekali tidak punya kuasa menolak makanan yang disediakan negara.

Setiap anak yang keracunan adalah bukti bahwa negara gagal menjalankan kewajiban dasarnya. Dan setiap klaim sepihak yang mengesampingkan fakta korban massal adalah bentuk kekerasan lain terhadap anak-anak bangsa.[***]

oleh: Hamdi Putra, Forum Sipil Bersuara (FORSIBER).