“Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan,” ucapnya.
Bagi Cholil, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan kesan bahwa Indonesia justru mendukung agenda yang tidak sepenuhnya sejalan dengan konstitusi dan amanat politik luar negeri bebas aktif, khususnya komitmen pembelaan terhadap bangsa-bangsa yang masih terjajah.
Atas dasar itu, ia mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang keputusan tersebut secara serius. Cholil bahkan secara tegas menyarankan agar Indonesia mempertimbangkan untuk menarik diri dari keanggotaan Board of Peace demi menjaga konsistensi sikap nasional terhadap isu Palestina.
“Baiknya Pak Prabowo menarik diri saja,” tegasnya.[mut]










