Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menekankan bahwa ekosistem ini sangat bergantung pada konektivitas. Kelancaran pasokan minyak mentah dan distribusi produk jadi didukung penuh oleh armada kapal dari Pertamina International Shipping (PIS), memastikan rantai pasok tidak terputus.
Pemanfaatan hasil kilang tidak hanya berhenti di sektor bahan bakar. Produk seperti propylene disalurkan ke afiliasi seperti Polytama Propindo untuk industri petrokimia. Dengan jangkauan distribusi meliputi Jakarta, Jawa Barat, hingga sebagian Jawa Tengah, optimalisasi Balongan adalah jaminan stabilitas ekonomi.
Pertamina juga berkomitmen pada prinsip ESG dan target Net Zero Emission 2060, membuktikan bahwa ketahanan energi bisa berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan.[dit]











