Tujuannya adalah untuk menjelaskan niat di balik karyanya dan mendengarkan masukan dari para ulama agar tidak terjadi misinterpretasi yang berkepanjangan di tengah masyarakat.
Meskipun menghadapi banyak laporan, Pandji menegaskan tidak kapok berkarya. Baginya, setiap materi komedi dibuat dengan niat menghibur.
Namun, ia juga menerima masukan bahwa sebagai figur publik, penting untuk mempertimbangkan perasaan audiens yang lebih luas dalam setiap pertunjukan.[dit],











