Ia menyebut terlalu banyak kekayaan nasional yang dicuri melalui praktik penyimpangan. Baginya, ini bukan sekadar masalah ekonomi, melainkan tantangan moral yang harus dihadapi dengan keberanian kolektif antara pemerintah dan rakyat.
Dukungan dari masyarakat, khususnya warga NU, menjadi energi tambahan bagi Prabowo untuk membersihkan birokrasi dari praktik koruptif. Ia menekankan bahwa jika kekayaan dikelola dengan jujur dan pandai, maka kesejahteraan rakyat Indonesia akan terjamin secara merata.
Presiden menutup pidatonya dengan janji untuk tidak mundur setapak pun dalam melawan mafia dan koruptor yang merugikan bangsa.[dit]











