Aksi jual asing yang masif menjadi salah satu pemicu utama tekanan pada indeks. Namun, tingginya rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang mencapai Rp32,88 triliun menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia tetap sangat aktif dan memiliki daya serap likuiditas yang baik.
Di balik koreksi saham, industri pengelolaan investasi justru mencatat rekor dengan total dana kelolaan (AUM) menembus Rp 1.089,64 triliun. Pertumbuhan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana membuktikan bahwa investor domestik semakin dewasa dalam menghadapi volatilitas pasar.
OJK mengimbau para investor, terutama ritel, untuk tetap tenang dan rasional. Fokus pada investasi jangka panjang dianggap jauh lebih menguntungkan daripada bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi harian yang bersifat sementara.[dit]











