Selain menuntut kepastian tarif, komunitas pengusaha Madura mendorong pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau.
Tujuannya adalah melakukan industrialisasi di Madura agar nilai tambah ekonomi tidak lari ke luar daerah. Sebagai daerah penghasil tembakau terbesar, Madura ironisnya masih memiliki angka kemiskinan yang tinggi.
Industrialisasi melalui KEK dipandang sebagai solusi struktural untuk mengangkat derajat ekonomi Pulau Garam sekaligus mengamankan penerimaan negara dari sektor cukai.[dit]











