Daerah  

Waspada Paradoks Cuaca: Saat Jawa Banjir, Riau dan Kalimantan Justru Dikepung Ancaman Karhutla

"Karhutla di Kalimantan Barat 2026"
Karhutla Kalimantan Barat. (Dok. Antara Kalbar)

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyoroti dua wilayah yang mulai menunjukkan tanda-tanda merah: Riau dan Kalimantan Barat.

“Berbeda karakteristik di luar Pulau Jawa, yang mana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau tercatat mencapai kurang lebih 566,8 hektare sejak awal tahun, sementara di Provinsi Kalimantan Barat terjadi penambahan luasan terbakar di Kota Singkawang,” ujar Abdul Muhari, Rabu (18/2/2026).

Pihak BNPB mengingatkan bahwa curah hujan yang minim di wilayah tersebut bukan sekadar soal cuaca panas, melainkan ancaman bagi ekosistem gambut yang sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah merambat ke bawah permukaan.

Baca Juga: Update Karhutla Kalbar: Luasan Lahan Terbakar Meningkat, Mempawah dan Sambas Terparah

“Potensi bencana hidrometeorologi kering berupa kebakaran hutan dan lahan yang dapat meningkat di wilayah lain akibat curah hujan rendah dan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar,” tuturnya.

Untuk menekan risiko tersebut, Muhari menekankan pentingnya langkah preventif mulai dari patroli terpadu hingga pembasahan lahan (rewetting) sebelum api meluas. Penegakan hukum juga menjadi instrumen penting bagi pelaku pembakaran sengaja.

“Penanganan dilakukan dengan pemadaman darat dan udara sesuai kebutuhan serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran,” sambung Muhari.

Mengingat ancaman bencana yang bersifat ganda—basah dan kering secara bersamaan di wilayah berbeda—BNPB meminta pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada satu jenis mitigasi. Koordinasi lintas sektor dan kesiapan logistik harus dipastikan dalam posisi siaga penuh.

“BNPB mendorong pemerintah daerah untuk penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapan personel, serta pengecekan sarana prasarana evakuasi dan logistik menjadi prioritas guna mengantisipasi potensi bencana susulan,” urainya.

Sebagai langkah penutup, BNPB berkomitmen untuk terus mendampingi daerah-daerah rawan guna memastikan respon darurat berjalan optimal.

“Sebagai bentuk upaya pencegahan dan penanganan darurat terpadu, BNPB terus melakukan koordinasi dan pendampingan kepada pemerintah daerah guna memastikan seluruh rangkaian upaya tersebut dapat dilakukan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Baca Juga: Karhutla Kembali Muncul di Rasau Jaya, 20 Personel Gabungan Diterjunkan ke Lokasi