FAKTANASIONAL.NET – Senyum para petani di Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, mulai kembali merekah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah desa melakukan akselerasi pembersihan lahan pertanian yang terkubur material banjir bandang sejak akhir November 2025 lalu.
Langkah ini menjadi kunci utama untuk memulihkan urat nadi ekonomi warga dataran tinggi Gayo yang sempat lumpuh total akibat dampak Siklon Senyar.
Di tengah hamparan sawah yang sempat berubah menjadi “hutan kayu” dan sedimen lumpur tebal, masyarakat setempat menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.
Alih-alih hanya meratapi kerugian, warga secara mandiri memilah sisa material bencana untuk kebutuhan rekonstruksi.
Baca Juga: Strategi Terpadu Pertamina Balongan: Jantung Ketahanan Energi Jawa
Kayu-kayu gelondongan yang dibawa arus banjir kini dipilah secara manual:
- Bahan Bangunan: Digunakan untuk memperbaiki struktur rumah yang rusak.
- Kayu Bakar: Dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik sehari-hari.
Meski semangat gotong-royong warga sangat tinggi, volume material yang sangat besar menjadi tantangan yang mustahil diselesaikan secara manual.
Menanggapi hal tersebut, BNPB memimpin langsung evakuasi material dengan rencana penambahan alat berat khusus.











