BGN juga menyampaikan bahwa peluang bagi organisasi atau lembaga lain untuk turut membangun SPPG masih terbuka hingga tahun 2026. Setelah periode tersebut, pembangunan infrastruktur baru tidak lagi dilakukan karena target nasional ditargetkan telah terpenuhi.
Dadan menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum terakhir untuk percepatan pembangunan unit-unit SPPG tambahan.
“Kesempatan untuk membangun SPPG masih ada di 2026. Memasuki 2027, pembangunan baru tidak lagi dilakukan karena seluruh target infrastruktur telah selesai,” jelasnya.
Dengan batas waktu tersebut, BGN mendorong seluruh mitra strategis untuk memanfaatkan momentum percepatan pembangunan yang tersisa. Langkah ini dinilai penting agar target pemerataan layanan pemenuhan gizi dapat tercapai tepat waktu dan merata di seluruh Indonesia.
Penguatan Sinergi Nasional
Program Makan Bergizi merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan dukungan multipihak. BGN memandang kemitraan dengan organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, hingga komunitas keagamaan sebagai elemen penting dalam memastikan keberhasilan program.
Peran Persis pada tahap awal pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa kolaborasi berbasis komunitas dapat mempercepat implementasi di tingkat daerah. Sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program sekaligus meningkatkan efektivitas distribusi layanan.
Dengan penguatan kemitraan dan percepatan pembangunan hingga 2026, BGN optimistis Program Makan Bergizi dapat berjalan sesuai target serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.[Mut]











