Paket Penghematan Energi Nasional
Selain memangkas hari kerja, pemerintah Filipina juga merilis serangkaian instruksi ketat untuk seluruh instansi negara:
-
Pemangkasan Konsumsi: Target penurunan penggunaan listrik dan BBM sebesar 10 hingga 20 persen.
-
Moratorium Kegiatan: Penghentian sementara studi banding, team building, dan perjalanan dinas non-esensial.
-
Digitalisasi Kerja: Mewajibkan pertemuan rutin dialihkan ke format virtual.
-
Intervensi Fiskal: Presiden meminta parlemen memberi kewenangan menurunkan cukai minyak jika harga minyak mentah dunia melampaui 80 dolar AS per barel.
Realita Harga Minyak Dunia
Kebijakan ini diambil saat harga minyak dunia telah menembus angka psikologis 100 dolar AS per barel.
Pada perdagangan Senin pagi, harga minyak mentah jenis Brent telah melonjak ke level 111,04 dolar AS per barel, sementara jenis WTI naik ke angka 107,40 dolar AS per barel.
Filipina, yang sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah dan masih mengandalkan pembangkit listrik berbahan bakar minyak, kini berada dalam posisi siaga tinggi.
Sebagai jaring pengaman sosial, pemerintah juga tengah menyiapkan skema subsidi BBM dan bantuan tunai bagi sektor-sektor yang paling terdampak oleh guncangan harga ini.
Marcos menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara, namun belum menetapkan tenggat waktu berakhirnya aturan “darurat energi” tersebut.











