“Memang desain APBN kita defisit, dan belanjanya lebih merata sepanjang tahun sehingga dampak belanja pemerintah dan lain-lain terhadap perekonomian lebih berasa,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (11/3/2026).
Keseimbangan Primer
Selain defisit secara keseluruhan, Kementerian Keuangan juga melaporkan posisi keseimbangan primer yang tercatat berada di angka Rp35,9 triliun.
Realisasi ini masih berada dalam koridor target pemerintah yang mendesain defisit keseimbangan primer sebesar Rp89,7 triliun untuk sepanjang tahun berjalan.
Dengan pola belanja yang lebih merata sejak awal tahun, pemerintah optimistis daya serap anggaran akan lebih optimal dan mampu memberikan bantalan ekonomi yang kuat menghadapi dinamika global sepanjang 2026.










