Banggar DPR Desak Reformasi Subsidi: Usulkan Verifikasi Biometrik untuk Tekan Kebocoran hingga 80%

FAKTANASIONAL.NET – Program subsidi pemerintah saat ini dinilai masih jauh dari target sasaran.

Tingkat kesalahan penyaluran atau bias subsidi diperkirakan mencapai angka yang sangat signifikan, yakni antara 60 hingga 80 persen. Kondisi ini memicu urgensi reformasi sistem agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, menegaskan bahwa penajaman subsidi harus segera dilakukan.

Menurutnya, tingginya angka exclusion dan inclusion error menjadi bukti bahwa mekanisme yang ada saat ini tidak efektif.

“Subsidi kita itu exclusion dan inclusion error-nya begitu tinggi sekali, tidak tepat sasaran, hampir 60-80 persen itu bias,” ujar Said di Kompleks Parlemen, Jumat (13/3/2026).

Solusi Biometrik: Fingerprint dan Retina Mata

Sebagai langkah konkret, Banggar DPR kembali mendorong penggunaan teknologi verifikasi biometrik bagi para penerima subsidi. Said mengungkapkan bahwa usulan ini sebenarnya bukan hal baru, melainkan rekomendasi yang sudah disuarakan sejak hampir satu dekade lalu.