Hilirisasi Gambir Mulai Berjalan 2026, Akademisi: Strategi Mentan Amran Progresif dan Berorientasi Bisnis

/Dok. Kementan

FAKTANASIONAL.NET – Kebijakan hilirisasi komoditas gambir yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat dukungan penuh dari kalangan akademisi.

Strategi ini dinilai sebagai langkah nyata untuk memperbaiki struktur rantai pasok sekaligus mengangkat kesejahteraan petani melalui penciptaan nilai tambah produk.

Akademisi Universitas Andalas, Muhammad Makky, menilai arah kebijakan Mentan Amran sangat terukur karena dirancang dalam empat tahapan strategis yang realistis.

“Ini bukan sekadar wacana. Desainnya jelas, dimulai dari pembukaan pasar, penguatan bahan baku, hingga pengembangan industri dan produk turunan. Kami melihat ini sebagai langkah yang sangat progresif dan realistis,” kata Makky di Padang, Selasa (14/4/2026).

Memangkas Rantai Distribusi Lewat BUMN

Salah satu poin krusial dalam tahap awal program ini adalah kolaborasi antara BUMN dengan eksportir lokal untuk membuka akses pasar global secara langsung. Melalui Koperasi Desa Merah Putih, petani dapat memasok produk langsung ke BUMN tanpa harus melewati perantara yang panjang.

“Dengan rantai pasok yang lebih pendek, disparitas harga bisa ditekan. Ini penting agar petani mendapatkan harga yang lebih adil dan layak,” jelas Makky.

Fokus pada Produk Turunan Bernilai Tinggi

Pemerintah tidak hanya menyasar ekspor bahan mentah, tetapi juga mendorong produksi zat aktif seperti katekin dan tanin.

Kedua produk turunan ini memiliki permintaan tinggi di industri kosmetik, pakan ternak, hingga tekstil di pasar internasional seperti Korea, Taiwan, dan Malaysia.